Tafsir QS. AL Alaq ayat 4 - Ustadz Abdullah Zaen, LC
Oleh : Sulis Sha
ٱلَّذِى عَلَّمَ بِٱلْقَلَمِ
Artinya: Dialah (Allah) yang mengajari dengan pena
Hubungan ayat tiga dan empat:
Setelah Allah menutup ayat ketiga dengan salah satu nama-Nya yaitu Al Akram, maka di ayat ke empat Allah menyebutkan salah satu diantara kemurahanNya. Yaitu diantara bentuk kemurahan Allah kepada kita, Allah mengajarkan dengan pena.
Di ayat ini, alat untuk mengajarkannya disebutkan yaitu pena. Akan tetapi objeknya tidak disebutkan di sini.
Menurut para ulama, objeknya adalah menulis. Jadi Allah mengajarkannya dengan pena. Ini menunjukkan pentingnya ilmu menulis. Para ulama terdahulu mengatakan,
"Ilmu itu seperti hewan buruan. Tali yang digunakan untuk mengikatnya adalah menulis"
Artinya, ilmu itu harus ditulis, jika tidak ditulis akan mudah menghilang.
Sarana menyimpan ilmu, intinya ada tiga.
1. otak
2. Pena
3. Lisan
(Imam Ibnu Katsir)
Allah memilih pena karena ingin menunjukkan keajaiban pena. Karena pena ini berbeda dengan otak dan lisan. Jika otak dipakai untuk berpikir, sedangkan lisan untuk mengucapkan kata, sedangkan pena adalah benda mati. Tapi pena bisa dipakai untuk menorehkan ilmu dengan sebanyak-banyaknya.
Seorang ulama besar dari kalangan tabiin, Al Qatadah mengatakan,
"Pena adalah salah satu nikmat Allah yang sangat besar. Kalau bukan karena pena, maka tidak ada kehidupan. Dan kehidupan ini tidak akan sempurna"
Jika kita membaca Al quran dan hadits-hadits Nabi, maka pena itu tidak hanya satu macam.
1. Pena takdir
Adalah salah satu makhluk yang diciptakan oleh Allah dengan tanganNya Allah langsung. Begitu pena takdir ini diciptakan Allah, pena ini langsung mendapatkan tugas yang berat. Dalam sebuah hadits,
Pada suatu hari salah seorang sahabat nabi yang bernama Ubadah, berpesan kepada anaknya,'Wahai anakku, engkau tidak akan mungkin merasakan manisnnya iman kecuali setelah engkau meyakini bahwa setiap apa yang ditakdirkan Allah pasti akan menimpa. Dan apapun yang tidak ditakdirkan oleh Allah tidak akan menimpamu. Aku pernah mendengar Rosulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
"sesungguhnya Allah pertama kali menciptakan pena, dan berkata kepada pena "Tulis!". Maka pena pun mengatakan,"Wahai Rabbi, apa yang aku tulis?
Maka kemudian Allah mengatakan,"Wahai pena, tulislah takdir segala sesuatu sampai hari kiamat"
(Hadits Riwayat Abu Daud)
Rosulullah bersabda,
"Allah telah mencatat, allah telah menulis, takdirnya seluruh makhluk sebelum diciptakannya langit dan bumi."
(HR Muslim)
2. Pena Malaikat
Malaikat adalah makhluk Allah yang mendapatkan tugas bermacam-macam. Dan diantara tugas malaikat adalah mencatat segala perbuatan hambaNya. Kata Syekh Athiyah Salim, jika malaikat itu tugasnya mencatat, maka malaikat butuh pena.
QS. Qaf ayat 17-18
"(yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri."
"Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir."
3. Penanya manusia
Yaitu pena yang kita pakai untuk menulis. Dan pena ini tergantung yang pegang siapa. Jika yang pegang orang baik, maka yang keluar akan baik. Tapi jika yang pakai pena orang buruk, maka yang keluar adalah hal buruk.
pena yang paling mulia adalah pena yang dipegang oleh para sahabat Nabi Shallallahu alaihi wa sallam, para penulis wahyu (Al Quran dan hadits)
Menurut Imam Ibnu Katsir, ada 23 orang sahabat nabi yang spesialisasinya adalah menulis wahyu.
Wahyu turun - dihafal Nabi _ ditulis para sahabat
Mereka diantaranya adalah,
4 khalifah ( Abu bakar, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, Ali bin Abi thalib), Mu'adz bin jabbal, Ubay bin ka'ab, Az zubair ibn awwam, Al mughirah ibn syu'ban, Muawiyah bin Abi Sufyan, dan masih ada yang lainnya.
Pena mereka adalah pena istimewa. Berkat taufik dari Allah kita bisa memegang Al quran. Makanya orang yang tidak suka dengan islam, akan berusaha menjatuhkan para sahabat.
Lalu yang juga istimewa adalah pena para ulama. Para ulama yang sudah menuliskan jutaan kitab, menjabarkan ajaran islam. sampai-sampai ada diantara mereka yang mengorbankan dua bola matanya demi untuk menulis. Karena setiap malam, beliau hanya ditemani nyala lilin yang redup.
Komentar
Posting Komentar