Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Ustadz Abdullah Zaen

Catatan Kajian Al Qur'an: Tafsir QS Al Alaq ayat 6-8 (Ustadz Abdullah Zaen, LC)

Tafsir QS Al Alaq ayat 6-8 (Ustadz Abdullah Zaen, LC) Oleh: Sulis Sha Ayat 6 كَلَّآ إِنَّ ٱلْإِنسَٰنَ لَيَطْغَىٰٓ Referensi : https://tafsirweb.com/12872-surat-al-alaq-ayat-6.html "Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas," Ayat 7 أَن رَّءَاهُ ٱسْتَغْنَىٰٓ Karena dia melihat dirinya serba cukup. إِنَّ إِلَىٰ رَبِّكَ ٱلرُّجْعَىٰٓ Sesungguhnya hanya kepada Tuhanmulah kembali(mu). Setelah di ayat 1-5 Allah menjelaskan tentang kenikmatan-kenikmatan manusia, di ayat ini Allah ingin menjelaskan tentang salah satu sifat jeleknya manusia.  ٱلْإِنسَٰنَ yang dimaksud di sini adalah (perbedaan pendapat ulama) 1. Orang yang namanya Abu Jahal Karena ada sebagian riwayat shahih muslim yang menceritakan Asbabun Nuzul, ayat ini turun disebabkan oleh kisahnya Abu Jahal yang ingin menginjak kepalanya Rosulullah ketika melihat Beliau sedang sholat. 2. Seluruh manusia tanpa terkecuali Pendapat ini lebih kuat, karena di ayat ini menggunakan bentuk umum yang artinya "Sesu...

Catatan Kajian Tafsir Al Qur’an : Tafsir QS. Al Alaq Ayat 4 - Ustadz Abdullah zaen, Lc

Tafsir QS. AL Alaq ayat 4 - Ustadz Abdullah Zaen, LC Oleh : Sulis Sha ٱلَّذِى عَلَّمَ بِٱلْقَلَمِ Artinya: Dialah (Allah) yang mengajari dengan pena Hubungan ayat tiga dan empat:  Setelah Allah menutup ayat ketiga dengan salah satu nama-Nya yaitu Al Akram, maka di ayat ke empat Allah menyebutkan salah satu diantara kemurahanNya. Yaitu diantara bentuk kemurahan Allah kepada kita, Allah mengajarkan dengan pena. Di ayat ini, alat untuk mengajarkannya disebutkan yaitu pena. Akan tetapi objeknya tidak disebutkan di sini. Menurut para ulama, objeknya adalah menulis. Jadi Allah mengajarkannya dengan pena. Ini menunjukkan pentingnya ilmu menulis. Para ulama terdahulu mengatakan, "Ilmu itu seperti hewan buruan. Tali yang digunakan untuk mengikatnya adalah menulis" Artinya, ilmu itu harus ditulis, jika tidak ditulis akan mudah menghilang.  Sarana menyimpan ilmu, intinya ada tiga. 1. otak 2. Pena 3. Lisan (Imam Ibnu Katsir) Allah memilih pena karena ingin menunjukkan keajaiban pena. Kar...

Catatan Kajian Tafsir Al Qur’an : Tafsir QS Al Alaq ayat 3 - Ustadz Abdullah Zaen, LC

Tafsir QS Al Alaq ayat 3 - Ustadz Abdullah Zaen, LC Oleh : Sulis Sha ٱقْرَأْ وَرَبُّكَ ٱلْأَكْرَمُ Referensi : https://tafsirweb.com/12869-surat-al-alaq-ayat-3.html Artinya: Bacalah, dan Rabbmu Yang Maha pemurah ٱقْرَأْ  Artinya bacalah Di dalam ayat ini ada kata yang terulang. Yaitu Iqra’. Sudah disebutkan di ayat yang pertama, tapi di ulaang lagi di ayat 3. Tujuan dari pengulangan ini, menurut sebagian ulama hanyalah untuk penegasan, penekanan, perintah kepada Rosulullah shallallahu alaihi wa sallam untuk membaca. Menurut para ulama lain, pengulangan ini bermakna baru. Bukan hanya sekedar untuk penegasan. Tapi Allah mengisyaratkan bahwa ada makna baru di dalam ayat yang ketiga yang tidak ada di ayat 1. Ijtihad ulama perbedaan Iqra’ di ayat 1 dan 3 adalah, 1. Iqra’ di ayat 1 merupakan perintah untuk diri sendiri. Maksudnya, perintah ini hanya ditujukan kepada Rosulullah shallallahu alaihi wa sallam. Sedangkan di ayat ketiga, adalah perintah untuk membaca supaya disampaikan ke oran...

Catatan Kajian Tafsir Al Quran : Tafsir Surat Al Alaq Ayat 2 - Ustadz Abdullah Zaen, LC

Tafsir Surat Al Alaq Ayat 2 - Ustadz Abdullah Zaen, LC Oleh: Sulis Sha خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ Artinya : Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah Di ayat kedua ini Allah menyatakan secara khusus ciptaannya. Yaitu manusia. Manusia disebutkan di sini secara khusus karena, 1. Untuk menunjukkan kemuliaan manusia. Agar makhluk lain tahu bahwa manusia makhluk yang mulia. Qs. Al Isra ayat 70 “   Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam, dan Kami angkut mereka di darat dan di laut, dan Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna.” Di ayat ini Allah memuliakan manusia dengan banyak hal.  Yaitu diberi ilmu, akal. Yang mana akal ini tidak dimiliki oleh makhluk yang lainnya. Allah juga memberi kenikmatan berupa diutusnya para Rosul yang akan memberikan petunjuk kepada mereka. Allah juga memberikan nikmat kepada manusia berupa rizki. 2. Untuk mengingatkan manusia Men...