Langsung ke konten utama

Catatan Kajian Tafsir Al Quran : Tafsir Surat Al Alaq Ayat 2 - Ustadz Abdullah Zaen, LC

Tafsir Surat Al Alaq Ayat 2 - Ustadz Abdullah Zaen, LC

Oleh: Sulis Sha

خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ

Artinya : Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah

Di ayat kedua ini Allah menyatakan secara khusus ciptaannya. Yaitu manusia. Manusia disebutkan di sini secara khusus karena,

1. Untuk menunjukkan kemuliaan manusia.

Agar makhluk lain tahu bahwa manusia makhluk yang mulia.

Qs. Al Isra ayat 70

 Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam, dan Kami angkut mereka di darat dan di laut, dan Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna.”

Di ayat ini Allah memuliakan manusia dengan banyak hal. Yaitu diberi ilmu, akal. Yang mana akal ini tidak dimiliki oleh makhluk yang lainnya. Allah juga memberi kenikmatan berupa diutusnya para Rosul yang akan memberikan petunjuk kepada mereka. Allah juga memberikan nikmat kepada manusia berupa rizki.

2. Untuk mengingatkan manusia

Mengingatkan betapa besar sekali nikmat Allah kepada manusia. Dari segumpal darah menjadi penguasa di muka bumi, penguasa bumi. Hal ini untuk mengingatkan kepada manusia, ketika diberi rezeki yang banyak, kecerdasan otak, kedudukan yang tinggi (baik formal maupun non formal) ini semua adalah karunia untuk manusia yang asal muasalnya dari segumpal darah.

3. Untuk menggambarkan keajaiban proses penciptaan manusia

Bahwa ternyata manusia ini bukan hanya setelah jadinya saja yang luar biasa, tapi juga ketika masih di rahim ibunya. Dan semua itu dijelaskan secara detail di dalam Al qur’an. Yang mana negara-negara barat baru menemukan ketika tahun 1940. Sedangkan islam sudah berbica tentang itu sejak 14 abad yang lalu.

Ketika kita membaca Al Quran, kita akan banyak menemukan ayat yang menceritakan tentang penciptaan manusia. Akan tetapi jika kita tidak mentadaburinya, kita akan mengira kalau di ayat-ayat itu ada kontradiksi (pertentangan).

Contohnya,

Di dalam salah satu ayat, manusia diciptakan dari debu (Ar rum ayat 20)

Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan kalian dari debu, kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak.”

Di ayat lain, Allah menyebutkan bahwa manusia diciptakan dari tanah yang basah (Al an’am ayat 2)

 Dialah yang menciptakan kamu dari tanah yang basah. Kemudian Dia menetapkan ajal (kematianmu), dan batas waktu tertentu yang hanya diketahui oleh-Nya. Namun demikian kamu masih meragukannya”

Di dalam ayat yang lain Allah menyebutkan bahwa manusia diciptakan dari tanah kering yang berasal dari lumpur hitam yang berbau (Al Hijr ayat 26)

“Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk.”

Dan di ayat-ayat yang lain, manusia diciptakan dari air mani (An nahl ayat 4)

 Dia telah menciptakan manusia dari mani, ternyata dia menjadi pembantah yang nyata.”

Di dalam ayat lain manusia diciptakan dari air yang memancar (At thariq ayat 6)

 Dia diciptakan dari air (mani) yang terpancar,”

Di ayat lain, Allah juga menyebutkan bahwa manusia juga diciptakan dari air yang hina (As sajdah ayat 8)

“kemudian Dia menjadikan keturunannya dari sari pati air yang hina (air mani).

Lalu di ayat lain, Allah juga menyebutkan bahwa manusia diciptakan dari air mani yang tercampur (Al insan ayat2)

Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.

Lalu di ayat yang sedang kita bahas ini (Al alaq ayat2) Allah menciptakan manusia dari segumpal darah.

Padahal di ayat lain Allah sebutkan bahwa manusia juga diciptakan dari segumpal daging (Al hajj ayat 5)

Jadi bagaimana yang benar? 

Semuanya benar. Bagi orang beriman, seharusnya tidak perlu mempertanyakan hal tersebut. Karena di dalam Al quran pasti benar. Di dalam Al Quran Allah berfirman,

“Kenapa mereka tidak mentadabburi Al quran?”

Seandainya Al quran itu bukan dari Allah pasti akan banyak kontradiksi yang banyak (An nisa’ 82)

 Maka tidakkah mereka menghayati (mendalami) Al-Qur'an? Sekiranya (Al-Qur'an) itu bukan dari Allah, pastilah mereka menemukan banyak hal yang bertentangan di dalamnya.”

Untuk menjelaskan kepada orang yang tidak beriman, para ulama mempunyai jawaban.

Secara garis besar, ayat-ayat di atas tadi bisa dibagi menjadi dua.

1. Proses pencitaan Adam

Para ulama mengatakan bahwa adam diciptakan dari turab atau pasir yang lembut lalu dicampur dengan air. Lalu tanah yang basah ini didiamkan lama sehingga warnanya berubah dan menimbulkan aroma. Lalu dibiarkan menjadi kering dan keras. Jika diketuk berbunyi keras. Baru kemudian Allah jadikan daging, tulang, sendi, sampai bentuk Adam AS. Dan Adam tidak sama seperti manusia saat ini.

2. Proses pencitaan kita (anak cucu Adam)

Pada dassarnya, maksud kata-katanya sama. Hanya saja dalam bentuk uangkapan yang berbeda. Air mani keluar dengan memancar. Maka disebutkan manusia berasal dari air yang memancar. Lalu bertemu dengan  ovum. Makanya disebutkan dalam ayat di atas bahwa manusia diciptakan dari air mani yang tercampur (prosesnya)

Bahkan di ayat tersebut dikatakan bahwa manusia berasal dari air mani setetes. Ternyata dari sekian ribu sperma, ternyata yang jadi hanya satu. Begitu detailnya Al Quran menjelaskan.

Lalu disebutkan bahwa setelah itu akan tersimpan di tempat yang kokoh. Yaitu rahim.

Ini menunjukkan betapa hebatnya rancangan Allah bagi seorang ibu. Padahal kita makan apapun, tapi bayi tidak akan kepedesan. Dan di tempat kokoh itu, dalam hadits Bukhari Muslim disebutkan, bahwa tersimpan dalam 40 hari dan selama itu masih dalam bentuk nutfah (air mani yang kecampur). Setelah lewat 40 hari akan berubah menjadi segumpal darah (Al Alaq ayat 2)

Jadi di ayat ini sedang menjelaskan beberapa proses tentang pencitaan manusia) bahwa manusia di dalam rahim sang ibu dalam bentuk mani yang tercampur kemudian menjadi segumpal darah. Lalu akan tersimpan lagi selama 40 hari dan menjadi segumpal daging. Lalu kemudian tersimpan selama 40 hari lagi. Kemudian Allah mengutus malaikat untuk meniupkan ruh. Lalu setelah itu mulai membentuk tangan, kaki, mata, dan organ tubuh yang lainnya. Sampai berumur 9 bulan 10 hari di dalam rahim ibunya.

Fase-fase proses manusia di dalam rahim terdapat dalam QS Al Mukminun ayat 12-14

Para ulama menjelaskan, kita berada di rahim ibu merupakan fase yang pertama yang dilalui oleh manusia. Sedangkan manusia itu memiliki 4 fase.

- Fase 1 —> di rahim

-Fase 2 —> hidup di dunia

-Fase 3 —> Alam barzah

-Fase 4 —> surga atau neraka

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatn Kajian Tafsir Al Qur’an : Tafsir QS Al Alaq ayat 19 Bagian 2 (Ustadz Abdullah Zaen, LC)

Tafsir QS Al Alaq ayat 19 Bagian 2 (Ustadz Abdullah Zaen, LC) كَلَّا لَا تُطِعْهُ وَٱسْجُدْ وَٱقْتَرِب Sekali-kali jangan, janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan). وَٱسْجُدْ  artinya sujud tilawah Sujud tilawah adalah sujud yang dilakukan oleh orang yang memmbaca atau mendengar ayat-ayat sajdah. Ayat sajdah adalah ayat-ayat di dalam Al Quran yang di dalamnya ada perintah untuk sujud. Atau cerita tentang orang-orang yang sujud. Contohnya di ayat 19 ini. Ada juga cerita sujudnya orang-orang beriman yang sujud. Mengapa kita sujud tilawah? Karena kita mengikuti tuntunan Rosulullah Shallallahu alahi wa sallam. Hikmahnya, ketika kita sujud kita sedang berinteraksi dengan Al Quran. Jadi kita membaca Al quran bukan hanya sekedar membaca. Tetapi jika al quran memerintahkan kepada kita, maka kita langsung mengamalkannya. Rosulullah ketika membaca Al quran yang isinya tentang rahmat Allah, tentang surga, kenikmatan-kenikmatan Allah, maka Rosulullah s...

Catatn Kajian Tafsir : Tafsir QS Al Alaq Ayat 15-16 ( Ustadz Abdullah Zaen, LC )

Tafsir QS Al Alaq Ayat 15-16 (Ustadz Abdullah Zaen, LC) Oleh : Sulis Sha كَلَّا لَئِن لَّمْ يَنتَهِ لَنَسْفَعًۢا بِٱلنَّاصِيَةِ “Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya,” نَاصِيَةٍ كَٰذِبَةٍ خَاطِئَةٍ yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka. Di ayat sebelumnya, Allah mengingatkan Abu Jahal dengan cara yang lembut. Tetapi teguran dengan cara yang kembut itu tidak mempan. Maka Allah memberikan teguran yang sangat keras. Di sini kita bisa mengambil pelajaran, bahwa berdakwah itu boleh dengan lembut, boleh juga dengan keras. Jadi baik lembut ataupun keras itu diperbolehkan. Tapi ada aturannya. 1. Tergantung mana yang bisa menghasilkan kemaslahatan / kebaikan Secara garis besar, sikap lembut ini harus lebih dominan. 2. Lebih mengedepankan kelembutan daripada kekerasan. Ayat 16 “ yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka.” Maksudnya ditarik ubun-ubunnya di sini ada tiga penafsiran, 1. Maksudnya adalah ditarik deng...

Catatan Kajian Tafsir Al Qur’an : Tafsir QS. Al Alaq Ayat 4 - Ustadz Abdullah zaen, Lc

Tafsir QS. AL Alaq ayat 4 - Ustadz Abdullah Zaen, LC Oleh : Sulis Sha ٱلَّذِى عَلَّمَ بِٱلْقَلَمِ Artinya: Dialah (Allah) yang mengajari dengan pena Hubungan ayat tiga dan empat:  Setelah Allah menutup ayat ketiga dengan salah satu nama-Nya yaitu Al Akram, maka di ayat ke empat Allah menyebutkan salah satu diantara kemurahanNya. Yaitu diantara bentuk kemurahan Allah kepada kita, Allah mengajarkan dengan pena. Di ayat ini, alat untuk mengajarkannya disebutkan yaitu pena. Akan tetapi objeknya tidak disebutkan di sini. Menurut para ulama, objeknya adalah menulis. Jadi Allah mengajarkannya dengan pena. Ini menunjukkan pentingnya ilmu menulis. Para ulama terdahulu mengatakan, "Ilmu itu seperti hewan buruan. Tali yang digunakan untuk mengikatnya adalah menulis" Artinya, ilmu itu harus ditulis, jika tidak ditulis akan mudah menghilang.  Sarana menyimpan ilmu, intinya ada tiga. 1. otak 2. Pena 3. Lisan (Imam Ibnu Katsir) Allah memilih pena karena ingin menunjukkan keajaiban pena. Kar...