Langsung ke konten utama

Catatn Kajian Tafsir : Tafsir QS Al Alaq Ayat 15-16 ( Ustadz Abdullah Zaen, LC )

Tafsir QS Al Alaq Ayat 15-16 (Ustadz Abdullah Zaen, LC)

Oleh : Sulis Sha


كَلَّا لَئِن لَّمْ يَنتَهِ لَنَسْفَعًۢا بِٱلنَّاصِيَةِ

“Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya,”

نَاصِيَةٍ كَٰذِبَةٍ خَاطِئَةٍ

yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka.

Di ayat sebelumnya, Allah mengingatkan Abu Jahal dengan cara yang lembut. Tetapi teguran dengan cara yang kembut itu tidak mempan. Maka Allah memberikan teguran yang sangat keras. Di sini kita bisa mengambil pelajaran, bahwa berdakwah itu boleh dengan lembut, boleh juga dengan keras. Jadi baik lembut ataupun keras itu diperbolehkan. Tapi ada aturannya.

1. Tergantung mana yang bisa menghasilkan kemaslahatan / kebaikan
Secara garis besar, sikap lembut ini harus lebih dominan.
2. Lebih mengedepankan kelembutan daripada kekerasan.

Ayat 16

“ yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka.”

Maksudnya ditarik ubun-ubunnya di sini ada tiga penafsiran,

1. Maksudnya adalah ditarik dengan keras dan dengan cara yang kasar. Baik di dunia maupun di akherat.
Di dunia adalah ketika di perang badar. Dia termasuk orang yang mati di perang badar, dan diseret ubun-ubunnya di perang badar. Sedangkan di akherat, dia akan ditarik dan dicampakkan di neraka jahannam.

QS Ar Rahman 41
“ Orang-orang yang berdosa dikenal dengan tanda-tandanya, lalu dipegang ubun-ubun dan kaki mereka.”


2. Wajahnya Abu Jahal akan dibuat hitam oleh Allah Azza wa Jalla

“ Pada hari yang di waktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pula muka yang hitam muram. Adapun orang-orang yang hitam muram mukanya (kepada mereka dikatakan): "Kenapa kamu kafir sesudah kamu beriman? Karena itu rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu" QS Al Imran ayat 106

 Adapun orang-orang yang putih berseri mukanya, maka mereka berada dalam rahmat Allah (surga); mereka kekal di dalamnya.” QS Al Imran Ayat 107

3. Wajahnya Abu Jahal akan ditampar dengan keras
Siksaan ini sudah terjadi sejak di dalam kuburan.

HR Imam Bukhari, 

“Seorang jenazah jika sudah diletakkan di kiangblahat, dan semua pengiringnya sudah pulang, maka datanglah dua malaikat yang malaikat itu memerintahkan kepada jenazah itu untuk duduk. Lalu malaikat bertanya, “Apa yang kamu katakan tentang orang ini (Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam). Lalu orang beriman berkata, “Ketika di dunia, aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah” Maka Malaikat berkata, di sanalah tempat kamu jika kamu tidak mengucapkan kesaksian itu. Dan karena kamu mengucapkan kesaksian itu dengan benar, maka tempatmu di sini (diperlihatkan surga)”

Dan bagi orang-orang munafik yang hanya ikut-ikutan, maka malaikat berkata, “Engkau tidak mau tahu dan tidak mau baca” maka orang itu dipukul dengan palu yang terbuat dengan besi sampai orang itu berteriak dengan suara keras. Semua mendengar teriakannya kecuali jin dan manusia.

Dosanya Abu Jahal apa?

Banyak. Dia dusta dan durhaka













Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatn Kajian Tafsir Al Qur’an : Tafsir QS Al Alaq ayat 19 Bagian 2 (Ustadz Abdullah Zaen, LC)

Tafsir QS Al Alaq ayat 19 Bagian 2 (Ustadz Abdullah Zaen, LC) كَلَّا لَا تُطِعْهُ وَٱسْجُدْ وَٱقْتَرِب Sekali-kali jangan, janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan). وَٱسْجُدْ  artinya sujud tilawah Sujud tilawah adalah sujud yang dilakukan oleh orang yang memmbaca atau mendengar ayat-ayat sajdah. Ayat sajdah adalah ayat-ayat di dalam Al Quran yang di dalamnya ada perintah untuk sujud. Atau cerita tentang orang-orang yang sujud. Contohnya di ayat 19 ini. Ada juga cerita sujudnya orang-orang beriman yang sujud. Mengapa kita sujud tilawah? Karena kita mengikuti tuntunan Rosulullah Shallallahu alahi wa sallam. Hikmahnya, ketika kita sujud kita sedang berinteraksi dengan Al Quran. Jadi kita membaca Al quran bukan hanya sekedar membaca. Tetapi jika al quran memerintahkan kepada kita, maka kita langsung mengamalkannya. Rosulullah ketika membaca Al quran yang isinya tentang rahmat Allah, tentang surga, kenikmatan-kenikmatan Allah, maka Rosulullah s...

Catatan Kajian Tafsir Al Qur’an : Tafsir QS. Al Alaq Ayat 4 - Ustadz Abdullah zaen, Lc

Tafsir QS. AL Alaq ayat 4 - Ustadz Abdullah Zaen, LC Oleh : Sulis Sha ٱلَّذِى عَلَّمَ بِٱلْقَلَمِ Artinya: Dialah (Allah) yang mengajari dengan pena Hubungan ayat tiga dan empat:  Setelah Allah menutup ayat ketiga dengan salah satu nama-Nya yaitu Al Akram, maka di ayat ke empat Allah menyebutkan salah satu diantara kemurahanNya. Yaitu diantara bentuk kemurahan Allah kepada kita, Allah mengajarkan dengan pena. Di ayat ini, alat untuk mengajarkannya disebutkan yaitu pena. Akan tetapi objeknya tidak disebutkan di sini. Menurut para ulama, objeknya adalah menulis. Jadi Allah mengajarkannya dengan pena. Ini menunjukkan pentingnya ilmu menulis. Para ulama terdahulu mengatakan, "Ilmu itu seperti hewan buruan. Tali yang digunakan untuk mengikatnya adalah menulis" Artinya, ilmu itu harus ditulis, jika tidak ditulis akan mudah menghilang.  Sarana menyimpan ilmu, intinya ada tiga. 1. otak 2. Pena 3. Lisan (Imam Ibnu Katsir) Allah memilih pena karena ingin menunjukkan keajaiban pena. Kar...