Tafsir Al Alaq (muqodimah) - Ustadz Abdullah Zaen, LC
Oleh: Sulis Sha
Di dalam kajian ini, yang akan kita angkat adalah temanya "ilmu".
Agama islam punya ciri khas yang menonjol dan ada beberapa ciri khasnya. Dan diantara ciri khas yang paling menonjol diantaranya adalah islam agama yang sangat menghormati ilmu. Makanya di dalam agama kita, ilmu itu punya kedudukan yang sangat tinggi.
Sekilas jika kita perhatikan, di dalam kitab suci al quran kata ilmu itu di ulang beberapa kali. Kata sebagian orang, yang namanya kata "ilmu" dan serapannya itu diulang lebih dari 7500 kali dalam Al Quran. Padahal jumlah surat jumlah surat di dalam Al Quran 114 surat.
Kata ilmu beserta turunannya. Maksudnya ilmu dan akar-akarnya ini disebutkan sebanyak lebih dari 750 kali. Bahkan yang menakjubkan, ayat yang pertama kali Allah turunkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, dan pasti itu paling penting, yang pertama kali diturunkan adalah kata "Iqra" yang artinya bacalah.
Apa hubungannya ilmu dan membaca?
Cara yang paling manjur untuk mencari ilmu salah satunya adalah dengan membaca. Makanya pertama kali yang diturunkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala adalah iqra. Supaya umat islam ini gemar membaca sehingga punya ilmu.
Dan islam untuk memotivasi umatnya agar gemar mencari ilmu caranya macam-macam. Kadang, dikatakan bahwa orang yang gemar mencari ilmu akan dimasukkan ke dalam surga.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim,
Sabda Nabi Shallallahu alaihi wa sallam,'Barangsiapa yang meniti jalan untuk mencari ilmu, akan Allah mudahkan baginya jalan ke surga"
Andaikan, di tengah perjalanan dalam menuntut ilmu lalu meninggal dunia, ini merupakan salah satu tanda husnul khotimah dan akan dimudahkan jalan ke surga. Makanya sering-seringlah keluar untuk menghadiri pengajian. Karena peluang masuk surganya lebih besar dibandingkan orang yang menghadiri kajian hanya sebulan sekali, seminggu sekali, atau bahkan setahun sekali.
Cara lain islam memotivasi umatnya untyk menuntut ilmu adalah dengan diterangkan bahwa orang yang memiliki kedudukan akan memiliki derajat yang tinggi baik di dunia maupun di akherat.
Di dalam QS Al mujadalah ayat 11
"Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu," Berlapang-lapanglah dalam majelis", maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan,'Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan."
Jadi misalnya ada orang yang beriman ilmunya sedikit dengan orang beriman ilmunya banyak, maka lebih tinggi orang yang beriman dan berilmu.
Allah akan angkat derajat mereka di dunia sebelum di akherat. Makanya orang-orang yang berilmu kedudukannya lebih tinggi dibandingkan materi yang lainnya. Biasanya yang lebih awet adalah ilmu. Jabatan sesuai dengan masa jabatannya, uang juga seperti itu. Jika uangnya habis maka sudah tidak di perhatikan lagi. berbeda dengan ilmu. Sampai kapanpun orang yang berilmu akan lebih dihormati. Walaupun mungkin dia berasal dari keluarga miskin atau rakyat jelata.
Kisah-kisah para ulama yang berasal dari keluarga miskin atau rakyat jelata (rendah) secara materi dunia tetapi memiliki kedudukan yang tinggi karena ilmunya.
1. Kisah Ibnu Abzah
Pada zaman khalifah Umar bin Khattab, beliau punya gubernur di masing-masing wilayah. Saat itu yang ditugasi untuk menjadi gubernur Mekkah namanya Nafi'.
Suatu saat Nafi' pergi dan bertemu dengan Umar bin Khattab lalu ditanya,
"Siapa yang menjadi gubernur sementara mu?"
lalu dia menjawab,"Ibnu abzah"
Tetapi Umar bin Khattab tidak mengenalinya, karena dia bukan keturunan bangsawan, orang kaya. Maka Umar bertanya, "Siapa Ibnu Abzah?"
Lalu Nafi' berkata,"Wahai Umar, Ibnu Abzah adalah salah satu budak kami"
Umar kaget.
"Kenapa budak kamu jadikan gubernur sementara? Sedangkan di bawahnya orang-orang yang merdeka? Apa alasanmu memilih Ibnu Abzah?"
"Wahai umar, alasan saya menempatkan dia di posisinya itu karena dia seorang hafidz Quran, kemudian beliau ini paham ilmu agama"
Maka Umarpun tidak jadi marah, bahkan justru membawakan hadits Nabi Shallallahu Alaihi wa sallam,
"Betul apa yang disampaikan oleh Nabi Shallallahu alaihi wa sallam. Saya pernah mendengar Nabi bersabda,
"Sesungguhnya Allah Subhanahu wa ta'ala akan mengangkat derajat sebagian orang dengan Al Quran dan akan dijatuhkan sebagian orang dengan Al qur'an"
(Hadits Riwayat Muslim)
2 Ath bin Abi Rabbah
Ath ini seorang budak yang hitam dan hidungnya saking peseknya, dalam sejarah diceritakan seperti kacang. Beliau tinggalnya di Mekah. Suatu saat di musim haji, datanglah raja (Amirul Mukminin), namanya Sulaiman bin Abdul Malik.
Suatu saat, Ath sedang sholat. Begitu melihat Ath datang, raja dan putranaya bersimpuh menunggu Ath selesai sholat. Selesai sholat, dengan penampilannya yang begitu sederhana Ath langsung menyambut khalifah saat itu. Kemudian khalifah itu nanya-nanya ke Ath sehingga berkumpullah orang-orang waktu itu. Sampai akhirnya terlihat sangat akrab. Padalah Ath adalah seorang budak berkulit hitam. Tapi begitu dekat sekali dengan raja atau khalifah di masa itu.
Setelah melihat itu raja berpesan kepada kedua anaknya, "wahai anakku, jangan pernah engkau berhenti mencari ilmu. Sungguh saya tidak akan pernah lupakan bagaimana kita duduk di sini di hadapan seorang budak yang berkulit hitam."
3. Muhammad bin Abdurrahman Al Auqosh
Allah Subhanahu wa ta'ala mentakdirkan Abdurrahman bin Auqosh lahir dalam keadaan lehernya pendek. kepalanya seperti masuk ke punggungnya. lalu ibunya berpesan padanya,"Wahai anakku, siap-siaplah kamu, ketika kamu duduk di tempat umum, dimanapun, pasti akan jadi bahan tertawaan. Dan kamu pasti akan jadi bahan ejekan orang-orang. Wahai anakku, jangan pernah engkau berhenti mencari ilmu agama. Karena ilmu agama itu akan mengangkatmu tinggi."
Akhirnya anak itu mencari ilmu yang tinggi, sampai setinggi-tingginya dan kemudian diangkat menjadi hakim agung di kota Mekah selama 20 tahun.
Saking alimnya, diceritakan dalam sejarah. Setiap orang yang berkasus dan dihakimi oleh Muhammad bin Abdurrahman bin Auqosh, langsung gemetar karena orangnya terkenal sangat tegas.
Padahal dulu dia jadi bahan ejekan. Tapi karena ilmunya yang sangat tinggi, dia menjadi orang yang sangat disegani.
Ini baru derajat di dunia, belum di akherat.
Di dalam agama islam, ilmu agama adalah sesuatu yang sangat istimewa. Tapi di Indonesia, ilmu agama kurang dininati. Majelis taklim sepi, majelis ulama kurang diminati oleh masyarakat. Hal itu disebabkan karena mereka menganggap bahwa belajar agama manjadi masa depannya suram. sekolah-sekolah umum hanya memberikan waktu dua jam untuk pelajaran agama. Makanya, setelah kita mengetahui hal ini, sebaiknya orang tua mencarikan anaknya sekolah-sekolah yang banyak mempelajari ilmu agama.
Lalu bagaimana jika sudah terlanjur masuk ke sekolah umun
1. Kesempatan bagi pemilik kebijakan untuk mengubah aturan yang berlaku. Bisa saja jam agama di sekolah ditambah
2. Orang tua ajarkan mandiri untuk anak kita.
3. Bagi guru jangan hanya mengandalkan guru agama. Tapi juga ajarkan mandiri murid-muridnya dengan ilmu agam.
Imam Syafii mengatakan,
"Ilmu itu bukan yang dihafal di kepala. Ilmu itu adalah yang bermanfaat"
Artinya, ilmu itu harus dimanfaatkan, diamalkan, diaplikasikan dalam kehidupan, bukan hanya untuk koleksi.
Sumber: https://youtu.be/tg0ND16juyI
Komentar
Posting Komentar