Langsung ke konten utama

Catatan Kajian Tafsir Al Qur’an : Tafsir Al Alaq Ayat 19 Bagian 1 (Ustadz Abdullah, Zaen, LC)

Tafsir Al Alaq ayat 19 Bagian 1 (Ustadz Abdullah Zaen, LC)


كَلَّا لَا تُطِعْهُ وَٱسْجُدْ وَٱقْتَرِب

Artinya: Sekali-kali jangan, janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan).

Di ayat ini Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam agar senantiasa istiqomah di dalam berpegang teguh dalam ajaran islam. Tidak memperdulikan intimidasi, provokasi dari kaum musyikin. 

كَلَّا لَا تُطِعْهُ
Janganlah sekali-kali engkau mentaati Abu Jahal.

Perintah Abu Jahal: Jangan Sholat. 

Ayat ini menunjukkan kepada kita tentang kewajiban untuk teguh di dalam memegang prinsip yang benar, yang kita yakini.

HR Imam Ahmad,

“Tidak boleh taat kepada makhluk di dalam sesuatu yang merupakan maksiat pada Allah.”

Maksiat kepada Allah : meninggalkan kewajiban agama, melakukan sesuatu yang diharamkan agama. 

QS. Lukman ayat 15

“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”

Bahkan tidak diperbolehkan juga menuruti orang tua apabila mereka menyuruh kita dalam kemaksiatan.

Menurut para ulama, bahwa ayat ini menunjukkan bahwa Allah akan menjamin keamanan beliau.

QS Al maidah ayat 67

“ Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir”

وَٱسْجُدْ وَٱقْتَرِب

Sujud di sini artinya adalah sholat. Ada juga ulama yang mengatakan sujud tilawah.

Kenapa sujud di sini disebut sebagai sholat?

Karena di awal surat diceritakan bahwa nabi di larang sholat. Makanya di akhir surat Allah memerintahkan nabi untuk sholat. 

Tapi di sini tidak secara jelas saja di sebut “sholat” kenapa menggunakan kata “sujud”?

Karena sujud merupakan rukun yang paling besar di dalam sholat. Dan karena sujud adalah kondisi seorang hamba paling deket dengan Allah. 

HR Imam Muslim,

“Kondisi seorang hamba yang paling dekat sama Allah ketika dia sedang sujud”

Karena ketika sujud, kita meletakkan anggota tubuh yang paling terhormat kita. Yaitu kepala. Di kepala kita juga terkumpul indera-indera yang paling berharga. Krtika kita meletakkan kepala kita sejajar dengan kaki untuk memuliakan Allah, maka Allah akan mengangkat derajat kita. Karena kita rela menghinakan diri kita di hadapan Allah. Semakin kita sujud, semakin dekat dengan Allah.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatn Kajian Tafsir Al Qur’an : Tafsir QS Al Alaq ayat 19 Bagian 2 (Ustadz Abdullah Zaen, LC)

Tafsir QS Al Alaq ayat 19 Bagian 2 (Ustadz Abdullah Zaen, LC) كَلَّا لَا تُطِعْهُ وَٱسْجُدْ وَٱقْتَرِب Sekali-kali jangan, janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan). وَٱسْجُدْ  artinya sujud tilawah Sujud tilawah adalah sujud yang dilakukan oleh orang yang memmbaca atau mendengar ayat-ayat sajdah. Ayat sajdah adalah ayat-ayat di dalam Al Quran yang di dalamnya ada perintah untuk sujud. Atau cerita tentang orang-orang yang sujud. Contohnya di ayat 19 ini. Ada juga cerita sujudnya orang-orang beriman yang sujud. Mengapa kita sujud tilawah? Karena kita mengikuti tuntunan Rosulullah Shallallahu alahi wa sallam. Hikmahnya, ketika kita sujud kita sedang berinteraksi dengan Al Quran. Jadi kita membaca Al quran bukan hanya sekedar membaca. Tetapi jika al quran memerintahkan kepada kita, maka kita langsung mengamalkannya. Rosulullah ketika membaca Al quran yang isinya tentang rahmat Allah, tentang surga, kenikmatan-kenikmatan Allah, maka Rosulullah s...

Catatn Kajian Tafsir : Tafsir QS Al Alaq Ayat 15-16 ( Ustadz Abdullah Zaen, LC )

Tafsir QS Al Alaq Ayat 15-16 (Ustadz Abdullah Zaen, LC) Oleh : Sulis Sha كَلَّا لَئِن لَّمْ يَنتَهِ لَنَسْفَعًۢا بِٱلنَّاصِيَةِ “Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya,” نَاصِيَةٍ كَٰذِبَةٍ خَاطِئَةٍ yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka. Di ayat sebelumnya, Allah mengingatkan Abu Jahal dengan cara yang lembut. Tetapi teguran dengan cara yang kembut itu tidak mempan. Maka Allah memberikan teguran yang sangat keras. Di sini kita bisa mengambil pelajaran, bahwa berdakwah itu boleh dengan lembut, boleh juga dengan keras. Jadi baik lembut ataupun keras itu diperbolehkan. Tapi ada aturannya. 1. Tergantung mana yang bisa menghasilkan kemaslahatan / kebaikan Secara garis besar, sikap lembut ini harus lebih dominan. 2. Lebih mengedepankan kelembutan daripada kekerasan. Ayat 16 “ yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka.” Maksudnya ditarik ubun-ubunnya di sini ada tiga penafsiran, 1. Maksudnya adalah ditarik deng...

Catatan Kajian Tafsir Al Qur’an : Tafsir QS. Al Alaq Ayat 4 - Ustadz Abdullah zaen, Lc

Tafsir QS. AL Alaq ayat 4 - Ustadz Abdullah Zaen, LC Oleh : Sulis Sha ٱلَّذِى عَلَّمَ بِٱلْقَلَمِ Artinya: Dialah (Allah) yang mengajari dengan pena Hubungan ayat tiga dan empat:  Setelah Allah menutup ayat ketiga dengan salah satu nama-Nya yaitu Al Akram, maka di ayat ke empat Allah menyebutkan salah satu diantara kemurahanNya. Yaitu diantara bentuk kemurahan Allah kepada kita, Allah mengajarkan dengan pena. Di ayat ini, alat untuk mengajarkannya disebutkan yaitu pena. Akan tetapi objeknya tidak disebutkan di sini. Menurut para ulama, objeknya adalah menulis. Jadi Allah mengajarkannya dengan pena. Ini menunjukkan pentingnya ilmu menulis. Para ulama terdahulu mengatakan, "Ilmu itu seperti hewan buruan. Tali yang digunakan untuk mengikatnya adalah menulis" Artinya, ilmu itu harus ditulis, jika tidak ditulis akan mudah menghilang.  Sarana menyimpan ilmu, intinya ada tiga. 1. otak 2. Pena 3. Lisan (Imam Ibnu Katsir) Allah memilih pena karena ingin menunjukkan keajaiban pena. Kar...