Tafsir QS Al Alaq ayat 13-14 (Ustadz Abdullah Zaen, Lc)
Oleh : Sulis Sha
أَرَءَيْتَ إِن كَذَّبَ وَتَوَلَّىٰٓ
Bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu mendustakan dan berpaling?
Di ayat sebelumnya diceritakan bahwa Abu Jahal ini melakukan tindakan melarang Rosulullah sholat dan ingin menginjak kepala Beliau.
Hal penting yang bisa kita ambil dari kisah ini adalah, jika kita punya masalah ada baiknya dicari sumber penyebab masalah tersebut.
Contoh, anak berbohong. Harus di cari dulu penyebab anak berbohong.Ada anak mencuri, dicari dulu apa penyebabnya. Jangan langsung digebukin.
Di ayat ini Allah menjelaskan bahwa, Abu Jahal melakukan hal tersebut karena dia mendustakan agama Allah.
Mendustakan yaitu menganggap bahwa Rosulullah itu dusta. Dakwahnya tidak benar dan Rosul berbohong. Sehingga dia menghalangi orang agar orang lain tidak mengikuti Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Sehingga Abu Jahal mengerahkan seluruh kekuatannya agar orang lain tidak mengikuti Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam.
Kadzaba : mendustakan.
Orang mendustakan karena dia tahu orang itu tidak benar, atau cuma pura-pura tidak tahu.
Tawalla : berpaling/tidak mau ikut. Hasil dari kadzaba
Dari ayat ini kita mengambil pelajaran bahwa sumber dari segala perbuatan adalah keyakinan. Tidak mau ikut karena sumbernya adalah keyakinan. Abu Jahal mendustakan Rosulullah karena dia tidak yakin dengan ajaran yang dibawa Rosulullah. Inilah yang disebut dengan akidah. Yang pertama kali disentuh adalah keyakinannya, akidahnya. Dan merubah keyakinan seseorang itu tidak mudah, butuh waktu, butuh proses, butuh diulang-ulang.
Dan ini mengajarkan kepada kita untuk mengajak dengan sabar, butuh waktu, berulang ulang untuk bisa mengubah keyakinannya. Rosulullah berhasil mengubah peradaban yang begitu rusak selama sekitar 23 tahun. Rosulullah mengubah keyakinan mereka, merubah tauhid mereka. Dan Beliau melakukannya dengan penuh kesabaran.
Begitu juga dengan Al Qur’an. Yang diturunkan secara bertahap selama 23 tahun. Dan yang pertama kali turun adalah tentang surga dan neraka (riwayat Aisyah RA) yang menguatkan keyakinan mereka. Baru kemudian turun tentang fikih. Karena jika yang turun adalah fikih dulu, larangan-larangan, di saat akidah mereka belum kuat, maka orang akan menolak.
Dalam sebuah riwayat, ketika larangan khamr diturunkan di sebuah siang, ada sebagian sahabat yang sedang asyik bermabuk ria. Dan reaksi mereka adalah langsung oleh mereka yang tersisa di gelas dan mulut mereka langsung mereka buang dan muntahkan.
أَلَمْ يَعْلَم بِأَنَّ ٱللَّهَ يَرَىٰ
Tidaklah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya?
Allah di ayat ini mengingatkan kepada manusia, bahwa Allah mengawasi setiap perbuatan manusia, setiap gerak gerik manusia, yang baik ataupun yang jelek. Makanya Allah punya nama Al Bashir yaitu maha melihat. Setelah melihat, Allah akan memberikan pahala atau ganjaran. Orang yang berbuat baik akan diberi pahala dan orang yang buruk akan diberi hukuman/dosa.
Apa manfaat kita merasa diawasi Allah
1. Akan bersemangat ibadah
2. Akan berhati-hati untuk tidak melakukan maksiat.
HR Muslim,
“Akan ada tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan dari Allah, yang saat itu tidak ada naungan kecuali naungan dari Allah di padang mahsyar. Golongan ketujuh adalah orang yang mengingat Allah sampai meneteskan airmata di saat tidak ada orang lain”
Maka beribadahlah secara sembunyi-sembunyi.
Komentar
Posting Komentar