Langsung ke konten utama

Postingan

Catatn Kajian Tafsir Al Qur’an : Tafsir QS Al Alaq ayat 19 Bagian 2 (Ustadz Abdullah Zaen, LC)

Tafsir QS Al Alaq ayat 19 Bagian 2 (Ustadz Abdullah Zaen, LC) كَلَّا لَا تُطِعْهُ وَٱسْجُدْ وَٱقْتَرِب Sekali-kali jangan, janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan). وَٱسْجُدْ  artinya sujud tilawah Sujud tilawah adalah sujud yang dilakukan oleh orang yang memmbaca atau mendengar ayat-ayat sajdah. Ayat sajdah adalah ayat-ayat di dalam Al Quran yang di dalamnya ada perintah untuk sujud. Atau cerita tentang orang-orang yang sujud. Contohnya di ayat 19 ini. Ada juga cerita sujudnya orang-orang beriman yang sujud. Mengapa kita sujud tilawah? Karena kita mengikuti tuntunan Rosulullah Shallallahu alahi wa sallam. Hikmahnya, ketika kita sujud kita sedang berinteraksi dengan Al Quran. Jadi kita membaca Al quran bukan hanya sekedar membaca. Tetapi jika al quran memerintahkan kepada kita, maka kita langsung mengamalkannya. Rosulullah ketika membaca Al quran yang isinya tentang rahmat Allah, tentang surga, kenikmatan-kenikmatan Allah, maka Rosulullah s...
Postingan terbaru

Catatan Kajian Tafsir Al Qur’an : Tafsir Al Alaq Ayat 19 Bagian 1 (Ustadz Abdullah, Zaen, LC)

Tafsir Al Alaq ayat 19 Bagian 1 (Ustadz Abdullah Zaen, LC) كَلَّا لَا تُطِعْهُ وَٱسْجُدْ وَٱقْتَرِب Artinya: Sekali-kali jangan, janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan). Di ayat ini Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam agar senantiasa istiqomah di dalam berpegang teguh dalam ajaran islam. Tidak memperdulikan intimidasi, provokasi dari kaum musyikin.  كَلَّا لَا تُطِعْهُ Janganlah sekali-kali engkau mentaati Abu Jahal. Perintah Abu Jahal: Jangan Sholat.  Ayat ini menunjukkan kepada kita tentang kewajiban untuk teguh di dalam memegang prinsip yang benar, yang kita yakini. HR Imam Ahmad, “Tidak boleh taat kepada makhluk di dalam sesuatu yang merupakan maksiat pada Allah.” Maksiat kepada Allah : meninggalkan kewajiban agama, melakukan sesuatu yang diharamkan agama.  QS. Lukman ayat 15 “Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka j...

Catatan Kajian Tafsir : Tafsir QS Al Alaq ayat 17-18 (Ustadz Abdullah Zaen, LC)

Tafsir QS Al Alaq ayat 17-18 (Ustadz Abdullah Zaen, LC) Oleh : Sulis Sha فَلْيَدْعُ نَادِيَهُۥ Maka biarlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya), سَنَدْعُ ٱلزَّبَانِيَةَ Kelak Kami akan memanggil malaikat Zabaniyah, Ketika Rosulullah sedang berdakwah, ada Abu Jahal di belakang yang menghinanya. Namun Rosulullah mendiamkannya dan meninggalkan begitu saja tanpa menghiraukan Abu Jahal. Lalu Abu Jahar membentak dan dan berkata, “Kamu apa tidak tahu, bahwa di negeri ini tidak ada yang lebih banyak pendukungnya dibandingkan aku?” Lalu Allah menangang balik dengan ayat,  “Maka biarlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya), kelak Kami akan memanggil malaikat Zabaniyah,” Kata para ahli tafsir, Abu Jahal ini punya majelis (tempat kumpul) yang selalu penuh. Sehingga dia merasa punya banyak pengikut, sehingga merasa punya pendukung yang banyak. Sehingga dia banggakan pengikutnya. Padahal Allah sudah katakan di surat At takatsur, bahwa kita dilarang untuk berbangga-bangga....

Catatn Kajian Tafsir : Tafsir QS Al Alaq Ayat 15-16 ( Ustadz Abdullah Zaen, LC )

Tafsir QS Al Alaq Ayat 15-16 (Ustadz Abdullah Zaen, LC) Oleh : Sulis Sha كَلَّا لَئِن لَّمْ يَنتَهِ لَنَسْفَعًۢا بِٱلنَّاصِيَةِ “Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya,” نَاصِيَةٍ كَٰذِبَةٍ خَاطِئَةٍ yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka. Di ayat sebelumnya, Allah mengingatkan Abu Jahal dengan cara yang lembut. Tetapi teguran dengan cara yang kembut itu tidak mempan. Maka Allah memberikan teguran yang sangat keras. Di sini kita bisa mengambil pelajaran, bahwa berdakwah itu boleh dengan lembut, boleh juga dengan keras. Jadi baik lembut ataupun keras itu diperbolehkan. Tapi ada aturannya. 1. Tergantung mana yang bisa menghasilkan kemaslahatan / kebaikan Secara garis besar, sikap lembut ini harus lebih dominan. 2. Lebih mengedepankan kelembutan daripada kekerasan. Ayat 16 “ yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka.” Maksudnya ditarik ubun-ubunnya di sini ada tiga penafsiran, 1. Maksudnya adalah ditarik deng...

Catatan Kajian Tafsir : Tafsir QS Al Alaq ayat 13-14 ( Ustadz Abdullah zaen, LC)

Tafsir QS Al Alaq ayat 13-14 (Ustadz Abdullah Zaen, Lc) Oleh : Sulis Sha أَرَءَيْتَ إِن كَذَّبَ وَتَوَلَّىٰٓ Bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu mendustakan dan berpaling? Di ayat sebelumnya diceritakan bahwa Abu Jahal ini melakukan tindakan melarang Rosulullah sholat dan ingin menginjak kepala Beliau. Hal penting yang bisa kita ambil dari kisah ini adalah, jika kita punya masalah ada baiknya dicari sumber penyebab masalah tersebut.  Contoh, anak berbohong. Harus di cari dulu penyebab anak berbohong.Ada anak mencuri, dicari dulu apa penyebabnya. Jangan langsung digebukin. Di ayat ini Allah menjelaskan bahwa, Abu Jahal melakukan hal tersebut karena dia mendustakan agama Allah. Mendustakan yaitu menganggap bahwa Rosulullah itu dusta. Dakwahnya tidak benar dan Rosul berbohong. Sehingga dia menghalangi orang agar orang lain tidak mengikuti Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Sehingga Abu Jahal mengerahkan seluruh kekuatannya agar orang lain tidak mengikuti Rosulullah...

Catatan Kajian Tafsir Al Qur’an : Tafsir Al Alaq ayat 9-12 (Ustadz Abdullah Zaen, LC)

Tafsir Al Alaq ayat 9-12 (Ustadz Abdullah Zaen, LC)  Di ayat 6 Allah bercerita tentang manusia yang melampaui batas. Orang yang melampaui batas itu tidak hanya orang yang tidak mau berbuat kebajikan. Tetapi juga termasuk orang-orang yang melarang orang yang ingin melakukan kebajikan. أَرَءَيْتَ ٱلَّذِى يَنْهَىٰ (ayat 9) Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang, عَبْدًا إِذَا صَلَّىٰٓ (ayat 10) Seorang hamba ketika mengerjakan shalat, Di sini ada 3 poin penting 1. Yang dihalagi adalah sholat 2. Ada orang yang menghalangi  3. Ada orang yang dihalangi Para sebagian ulama, yang dimaksud dengan orang yang menghalangi ini adalah Abu Jahal. Dan yang dihalangi adalah Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam. Hal ini karena diambil dari riwayat asbabun nuzulnya, yaitu saat Abu Jahal ingin menginjak kepala Nabi Muhammad Shallallahu alaihinwa sallam. Kisah ini ada dalam shahih muslim yang dituturkan oleh Abu Hurairah RA. Dari Abu Hurairah,  “Abu Jahal pernah berkata,”Apaka...

Catatan Kajian Al Qur'an: Tafsir QS Al Alaq ayat 6-8 (Ustadz Abdullah Zaen, LC)

Tafsir QS Al Alaq ayat 6-8 (Ustadz Abdullah Zaen, LC) Oleh: Sulis Sha Ayat 6 كَلَّآ إِنَّ ٱلْإِنسَٰنَ لَيَطْغَىٰٓ Referensi : https://tafsirweb.com/12872-surat-al-alaq-ayat-6.html "Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas," Ayat 7 أَن رَّءَاهُ ٱسْتَغْنَىٰٓ Karena dia melihat dirinya serba cukup. إِنَّ إِلَىٰ رَبِّكَ ٱلرُّجْعَىٰٓ Sesungguhnya hanya kepada Tuhanmulah kembali(mu). Setelah di ayat 1-5 Allah menjelaskan tentang kenikmatan-kenikmatan manusia, di ayat ini Allah ingin menjelaskan tentang salah satu sifat jeleknya manusia.  ٱلْإِنسَٰنَ yang dimaksud di sini adalah (perbedaan pendapat ulama) 1. Orang yang namanya Abu Jahal Karena ada sebagian riwayat shahih muslim yang menceritakan Asbabun Nuzul, ayat ini turun disebabkan oleh kisahnya Abu Jahal yang ingin menginjak kepalanya Rosulullah ketika melihat Beliau sedang sholat. 2. Seluruh manusia tanpa terkecuali Pendapat ini lebih kuat, karena di ayat ini menggunakan bentuk umum yang artinya "Sesu...