Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2023

Catatan Kajian Al Qur'an: Tafsir QS Al Alaq ayat 6-8 (Ustadz Abdullah Zaen, LC)

Tafsir QS Al Alaq ayat 6-8 (Ustadz Abdullah Zaen, LC) Oleh: Sulis Sha Ayat 6 كَلَّآ إِنَّ ٱلْإِنسَٰنَ لَيَطْغَىٰٓ Referensi : https://tafsirweb.com/12872-surat-al-alaq-ayat-6.html "Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas," Ayat 7 أَن رَّءَاهُ ٱسْتَغْنَىٰٓ Karena dia melihat dirinya serba cukup. إِنَّ إِلَىٰ رَبِّكَ ٱلرُّجْعَىٰٓ Sesungguhnya hanya kepada Tuhanmulah kembali(mu). Setelah di ayat 1-5 Allah menjelaskan tentang kenikmatan-kenikmatan manusia, di ayat ini Allah ingin menjelaskan tentang salah satu sifat jeleknya manusia.  ٱلْإِنسَٰنَ yang dimaksud di sini adalah (perbedaan pendapat ulama) 1. Orang yang namanya Abu Jahal Karena ada sebagian riwayat shahih muslim yang menceritakan Asbabun Nuzul, ayat ini turun disebabkan oleh kisahnya Abu Jahal yang ingin menginjak kepalanya Rosulullah ketika melihat Beliau sedang sholat. 2. Seluruh manusia tanpa terkecuali Pendapat ini lebih kuat, karena di ayat ini menggunakan bentuk umum yang artinya "Sesu...

Catatan Kajian Tafsir Al Quran : Tafsir QS Al Alaq Ayat 5 - Ustadz Abdullah Zaen, LC

Tafsir QS Al Alaq Ayat 5 - Ustadz Abdullah Zaen, Lc Oleh: Sulis Sha عَلَّمَ ٱلْإِنسَٰنَ مَا لَمْ يَعْلَمْ Referensi : https://tafsirweb.com/12871-surat-al-alaq-ayat-5.html Artinya: Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. Di dalam ayat ini Allah sedang menjelaskan salah satu karunia terbesar Allah kepada para hambanya. Dimana Allah dengan kemurahannya, Allah mau mengajarkan kepada para hambaNya apa-apa yang belum mereka ketahui. Dan betapa banyak yang tidak kita ketahui. Di dalam ayat ini, Allah berfirman عَلَّمَ ٱلْإِنسَٰنَ (Allah mengajari manusia) Siapa manusia yang dimaksud di sini? Para ulama, sebagaimana disebutkan oleh Imam Al Qurthubi, menyebutkan ada tiga penafsiran. 1. Yang dimaksud adalah Nabi Adam QS Al Baqarah ayat 30-34 bercerita tentang kejadian diciptakannya Nabi Adam AS dan perintah Allah kepada para malaikat dan iblis.  Ketika Allah ingin menciptakan manusia,  “ Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak m...

Catatan Kajian Tafsir Al Qur’an : Tafsir QS. Al Alaq Ayat 4 - Ustadz Abdullah zaen, Lc

Tafsir QS. AL Alaq ayat 4 - Ustadz Abdullah Zaen, LC Oleh : Sulis Sha ٱلَّذِى عَلَّمَ بِٱلْقَلَمِ Artinya: Dialah (Allah) yang mengajari dengan pena Hubungan ayat tiga dan empat:  Setelah Allah menutup ayat ketiga dengan salah satu nama-Nya yaitu Al Akram, maka di ayat ke empat Allah menyebutkan salah satu diantara kemurahanNya. Yaitu diantara bentuk kemurahan Allah kepada kita, Allah mengajarkan dengan pena. Di ayat ini, alat untuk mengajarkannya disebutkan yaitu pena. Akan tetapi objeknya tidak disebutkan di sini. Menurut para ulama, objeknya adalah menulis. Jadi Allah mengajarkannya dengan pena. Ini menunjukkan pentingnya ilmu menulis. Para ulama terdahulu mengatakan, "Ilmu itu seperti hewan buruan. Tali yang digunakan untuk mengikatnya adalah menulis" Artinya, ilmu itu harus ditulis, jika tidak ditulis akan mudah menghilang.  Sarana menyimpan ilmu, intinya ada tiga. 1. otak 2. Pena 3. Lisan (Imam Ibnu Katsir) Allah memilih pena karena ingin menunjukkan keajaiban pena. Kar...

Catatan Kajian Tafsir Al Qur’an : Tafsir QS Al Alaq ayat 3 - Ustadz Abdullah Zaen, LC

Tafsir QS Al Alaq ayat 3 - Ustadz Abdullah Zaen, LC Oleh : Sulis Sha ٱقْرَأْ وَرَبُّكَ ٱلْأَكْرَمُ Referensi : https://tafsirweb.com/12869-surat-al-alaq-ayat-3.html Artinya: Bacalah, dan Rabbmu Yang Maha pemurah ٱقْرَأْ  Artinya bacalah Di dalam ayat ini ada kata yang terulang. Yaitu Iqra’. Sudah disebutkan di ayat yang pertama, tapi di ulaang lagi di ayat 3. Tujuan dari pengulangan ini, menurut sebagian ulama hanyalah untuk penegasan, penekanan, perintah kepada Rosulullah shallallahu alaihi wa sallam untuk membaca. Menurut para ulama lain, pengulangan ini bermakna baru. Bukan hanya sekedar untuk penegasan. Tapi Allah mengisyaratkan bahwa ada makna baru di dalam ayat yang ketiga yang tidak ada di ayat 1. Ijtihad ulama perbedaan Iqra’ di ayat 1 dan 3 adalah, 1. Iqra’ di ayat 1 merupakan perintah untuk diri sendiri. Maksudnya, perintah ini hanya ditujukan kepada Rosulullah shallallahu alaihi wa sallam. Sedangkan di ayat ketiga, adalah perintah untuk membaca supaya disampaikan ke oran...

Catatan Kajian Tafsir Al Quran : Tafsir Surat Al Alaq Ayat 2 - Ustadz Abdullah Zaen, LC

Tafsir Surat Al Alaq Ayat 2 - Ustadz Abdullah Zaen, LC Oleh: Sulis Sha خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ Artinya : Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah Di ayat kedua ini Allah menyatakan secara khusus ciptaannya. Yaitu manusia. Manusia disebutkan di sini secara khusus karena, 1. Untuk menunjukkan kemuliaan manusia. Agar makhluk lain tahu bahwa manusia makhluk yang mulia. Qs. Al Isra ayat 70 “   Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam, dan Kami angkut mereka di darat dan di laut, dan Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna.” Di ayat ini Allah memuliakan manusia dengan banyak hal.  Yaitu diberi ilmu, akal. Yang mana akal ini tidak dimiliki oleh makhluk yang lainnya. Allah juga memberi kenikmatan berupa diutusnya para Rosul yang akan memberikan petunjuk kepada mereka. Allah juga memberikan nikmat kepada manusia berupa rizki. 2. Untuk mengingatkan manusia Men...

Catatan Kajian Tafsir Al Qur’an: Tafsir Surat Al Alaq ayat 1 - Ustadz Abdullah zaen, LC

Tafsir Al Alaq ayat 1-Ustadz Abdullah Zaen, LC Oleh: Sulis Sha Tafsir Ayat 1 اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ Artinya: Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Menurut para mayoritas ulama tafsir, sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam Al Qurthubi, bahwa ayat ini adalah merupakan ayat yang pertama kali turun di dalam Al Quran. Ada perbedaan pendapat dalam hal. Ada yang mengatakan yang pertama turun itu surat Al Fatihah, ada juga yang mengatakan surat yang lainnya. Akan tetapi mayoritas ulama tafsir mereka sepakat mengatakan bahwa ayat ini adalah yang pertama kali turun. Sebagaimana yang dituturkan oleh istri Rosulullah Shallallahu alai wa sallam, Aisyah RA.  Kata Beliau, “Sesungguhnya surat Al Quran yang pertama kali turun adalah iqra bismirabbika” اِقْرَأْ (iqra’) artinya bacalah. Kata sebagian ulama membaca itu bisa bermakna, 1. Membaca dari tulisan 2. Membaca berarti mengucapkan. Bersumber dari hafalan di kepala. Dalam hadits Bukhari Muslim,  “Tidak ...

Catatan Kajian Tafsir Al Quran : Tafsir Al Alaq (muqodimah) - Ustadz Abdullah Zaen, LC

Tafsir Al Alaq (muqodimah) - Ustadz Abdullah Zaen, LC Oleh: Sulis Sha Di dalam kajian ini, yang akan kita angkat adalah temanya "ilmu".  Agama islam punya ciri khas yang menonjol dan ada beberapa ciri khasnya. Dan diantara ciri khas yang paling menonjol diantaranya adalah islam agama yang sangat menghormati ilmu. Makanya di dalam agama kita, ilmu itu punya kedudukan yang sangat tinggi.  Sekilas jika kita perhatikan, di dalam kitab suci al quran kata ilmu itu di ulang beberapa kali. Kata sebagian orang, yang namanya kata "ilmu" dan serapannya itu diulang lebih dari 7500 kali dalam Al Quran. Padahal jumlah surat jumlah surat di dalam Al Quran 114 surat. Kata ilmu beserta turunannya. Maksudnya ilmu dan akar-akarnya ini disebutkan sebanyak lebih dari 750 kali. Bahkan yang menakjubkan, ayat yang pertama kali Allah turunkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, dan pasti itu paling penting, yang pertama kali diturunkan adalah kata "Iqra" yang artiny...

Catatan Kajian Tafsir Al Quran: Tafsir Global Surat Al Alaq - Ustad Abdullah Zaen, LC

Tafsir Global Surat Al Alaq- Ustadz Abdullah Zaen, LC Oleh : Sulis Sha Di dalam surat Al Alaq sekurang-kurangnya ada lima kandungan utama: 1. Penjelasan tentang keagungan Allah di dalam menciptakan manusia (di ayat 2) Allah menciptakan kita yang asalnya dari segumpal darah, lalu menjadi ahsani taqwim.  Apa fungsinya kita memahami asal muasal penciptaan kita? Apa tidak cukup kita tahu bentuk yang sekarang saja? Hal ini amat sangat penting bagi manusia untuk mengetahui asal muasal dia tercipta. Agar tidak sombong. Bahwa secantik-cantiknya manusia, seganteng-gantenya manusia, dan sekaya-kayanya anda, setinggi-tingginya jabatan, asal muasalnya dari sesuatu yang hina. Ketika kita mengingat asal muasal ciptaan Allah, asal muasal diciptakan kita, maka perasaan sombong itu diharapkan akan turun. Untuk mengetahui keagungan Allah subhanahu wa ta'ala. Bagaimana Allah Subhanahu wa ta'la menciptakan kita dari sesuatu yang sangat hina bisa menjadi penguasa dunia. Ini semua ada campur tangan ...